Ancaman Fisik
- Ancaman hardware - kerusakan fisik pda server, router, switch, kabel, dan workstation.
- Ancaman lingkungan - suhu yang ekstrim (too hot or too cold) or atau kelembaban yang ekstrim (too wet or too dry)
- Ancaman listrik - voltage spike, voltase yang tidak cukup (brownouts), power yang tak terkondisikan (noise), dan total power loss
- Ancaman Maintenance – penanganan yang buruk dari dari kunci komponen elektronik (electrostatic discharge), kurangnya suku cadang komponen yang penting, pengkabelan yang buruk, dan labeling yang buruk
Tipe Celah Keamanan
- Kelemahan secara teknologi
- Kelemahan secara konfigurasi
- Kelemahan secara kebijakan Sekuriti
Virus, Worm dan Trojan Horse
- Virus - perangkat lunak berbahaya yang melekat pada program lain untuk menjalankan fungsi tertentu yang tidak diinginkan pada workstation.
- Trojan horse – aplikasi yang diprogram untuk terlihat seperti sesuatu yang lain, padahal sebenarnya itu adalah alat serangan.
- Worms - program mandiri yang menyerang sistem dan mencoba untuk mengeksploitasi kerentanan tertentu dalam target. Worm mengkopi programnya dari host yang menyerang ke sebuah sistem baru yang telah dieksploit untuk memulai siklus baru lagi.
Serangan Pengintaian
Serangan pengintaian dilakukan oleh seorang attacker dengan cara mengumpulkan informasi yang didapat dari dalam jaringan demenggunakan internet queri, ping sweep, port scan, packet sniffer, dll.
Serangan Akses
Salah satu serangan password yang sering terjadi adalah bruteforce. Sebuah teknik serangan terhadap sebuah sistem keamanan komputer yang menggunakan percobaan terhadap semua kunci password yang memungkinkan atau istilah gampangnya mungkin menggunakan Random password/ password acak. Pendekatan ini pada awalnya merujuk pada sebuah program komputer yang mengandalkan kekuatan pemrosesan komputer dibandingkan kecerdasan manusia.
Serangan DOS
DoS Attack merupakan tipe serangan dengan cara membanjiri target network
dengan sejumlah traffic yang tidak berguna, agar network yang menjadi
korban tersebut overload (tidak sanggup lagi menanggapi begitu banyaknya
request) yang pada akhirnya membuat jaringan tersebut bertekuk lutut
(mati). Salah satu tujuan DoS Attack ini adalah membuat layanan dari
korban (target serangan) tidak dapat berfungsi lagi sebagaimana
mestinya. Contoh website yang terkena serangan ini tampilannya menjadi
‘temporarily unavailable’, jadi user tidak bisa mengakses website
tersebut. DoS Attack biasa menyerang layanan-layanan vital seperti
banking, e-commerce atau perusahaan kartu kredit.